Buku Muhibah Cinta Di Selat Malaka

by

Batas waktu untuk mengisi formulir tentang kesediaan mengikuti muhibah tinggal dua jam lagi. Namun, aku masih ragu-ragu antara mengisi atau tidak, ikut muhibah atau tidak. Naik Kapal Dewaruci adalah kesempatan yang sangat langka, mungkin saja itu kesempatan sekali seumur hidup.

Di sisi berlawanan, aku sangat mencintai Elies. Aku tak mau kehilangan dia. Aku ingin dia menjadi pendampingku seumur hidup. Aku merasa dia wanita yang cocok untuk menjadi ibu anak-anakku, apa pun kekurangan dia.

Sempat terpikir, dalam waktu yang makin mepet, perlukah aku melakukan istikharah?

Waktu terus berdetak maju.
Setengah jam lagi.
Seperti makan buah simalakama.
Lima belas menit lagi…

Hermawan Aksan adalah salah seorang penulis Indonesia yang banyak menghasilkan karya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Sunda. Cerita-cerita pendeknya yang berbahasa Indonesia dimuat di sejumlah media massa, yaitu Pikiran Rakyat, Suara Merdeka, Jawa Pos, Media Indonesia, Sinar Harapan, majalah Horison, Koran Sunda, dan lain-lain. Cerita-cerita pendeknya dalam bahasa Sunda dimuat di majalah Mangle, Cupumanik, Galura, dan Lingga.

Dalam novel ini, ia mengemas catatan perjalanannya bersama Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci yang mengembara di perairan Selat Malaka, sepanjang pesisir Pulau Sumatera menuju Sabang, kemudian berbalik mengarungi jejeran pulau yang mengarah Semenanjung Malaysia ke dalam sebuah novel.