“Terkadang kita perlu pergi jauh, guna menciptakan rindu, lalu memaknai rumah sebagai tempat ternyaman untuk pulang.”
— Syahril Amaliah S.
Mereka memulai petualangan itu dari Pelabuhan kota Makassar. Sembilan pengelana didasari alasan yang berbeda-beda, melakukan perjalanan panjang dari Makassar ke Rinjani. Anehnya, salah seorang dari mereka justru beralasan untuk pergi karena sangat ingin tahu bagaimana rasanya dipisahkan oleh jarak.
Awalnya biasa saja, tetapi seiring jarak yang sudah begitu jauh, hal-hal tak terduga datang bertubi-tubi. Orang baru, kondisi baru, juga perasaan baru yang datang seperti sebuah terowongan yang meledakkan keteraturan yang penuh terbangun. Namun, setiap agenda tak selamanya harus sesuai rencana. Ketidaksengajaan itu justru datang mengisi momen-momen agar berubah haluan. Pada akhirnya, ke mana kaki ini melangkah bukan lagi jawaban satu arah.
Makassar ke Rinjani mungkin bukanlah cerita yang baru saja terlitas di telingamu. Tetapi rasanya akan sangat menyenangkan jika kamu turut serta berada di antaranya, merasakan sisi tersembunyi di balik gedung-gedung dari perjalanan itu, meskipun dengan cara yang berbeda.
