Bagi sebagian orang, sosok “Bapak” bukanlah figur yang benar-benar hadir. Ia mungkin hanya tampak sebagai bayangan samar_kadang terasa asing, kadang hanya berupa nama di kartu keluarga.
Buku ini lahir dari ruang-ruang kosong yang ditinggalkan oleh sosok yang kita sebut bapak. Tapi ini bukan semata cerita tentang ketidakhadiran. Buku ini juga bukan tentang luka atau rasa kasihan pada masa lalu, melainkan tentang bagaimana seseorang tumbuh darinya. Hadir atau tidak, selalu ada bagian-bagian diri yang terbentuk dengan cara kita percaya, menjalin hubungan, dan mencintai.

Buku Pak, Maaf! Aku Tidak Ingin Seperti Bapak!
—
by